Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Manusia dan Kebatinan (Petruk jadi Guru)
uku Petruk Jadi Guru menyajikan dimensi baru dalam jurnalisme: tidak lagi sekedar mendeskripsikan perbuatan lahiriah manusia, tetapi lebih dari itu, harus menampilkan spiritualitas dan pergulatan batin yang terdalam. Hal ini bisa dibaca dalam tulisannya mengenai: Upacara Waisak di Candi Mendut, dengan refleksi perihal hakikat penderitaan dan kebahagiaan. Agama dan Keadilan, yang membawa pemahaman bahwa substanasi agama adalah kepedulian pada rakyat kecil. Penguasa dan Rakyat, dengan refleksi mengapa penguasa sering lalai pada amanat yang menjadi tanggung jawabnya. Dunia Binatang, sebagai cermin kehidupan manusia. Keharmonisan dengan Alam, adalah salah satu kunci menuju kesejahteraan jiwa dan raga.
Ketersediaan
| SIN01238M | 813 SIN M C.1 | Fiksi 1 (813) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 SIN M C.1
|
| Penerbit | Buku Kompas : Jakarta., 2006 |
| Deskripsi Fisik |
xi, 200hlm ; 14 x 20,5 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
979-709-273-9
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cet 1
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
uku Petruk Jadi Guru menyajikan dimensi baru dalam jurnalisme: tidak lagi sekedar mendeskripsikan perbuatan lahiriah manusia, tetapi lebih dari itu, harus menampilkan spiritualitas dan pergulatan batin yang terdalam. Hal ini bisa dibaca dalam tulisannya mengenai: Upacara Waisak di Candi Mendut, dengan refleksi perihal hakikat penderitaan dan kebahagiaan. Agama dan Keadilan, yang membawa pemahaman bahwa substanasi agama adalah kepedulian pada rakyat kecil. Penguasa dan Rakyat, dengan refleksi mengapa penguasa sering lalai pada amanat yang menjadi tanggung jawabnya. Dunia Binatang, sebagai cermin kehidupan manusia. Keharmonisan dengan Alam, adalah salah satu kunci menuju kesejahteraan jiwa dan raga.
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






