Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Bibir
–Seperti biasanya pasukan pengaman, mantan gali itu, lebih dahulu bertindak daripada berpikir. Kiranya semua itu seperti telah diramalkan oleh kelompok bibir yang menguntit Pak Lurah. Tak satupun bibir ngeri melihat pasukan pengaman yang berbadan besar. Mungkin semua itu telah diperhitungkan. Bahwa menghujat seorang kepala sama halnya berhadapan dengan tembok pengaman yang liar ganas dan sama sekali jauh dari peradaban dan budaya.--Demikian potret kelabu itu dalam Bibir. Lebih jauh lagi penulis merekam suasana demokrasi dalam “Calur” dalam kalimat: Sederhana saja yang ada dalam pikiran warga desa itu. Menerima uang, membandingkan jumlah yang diterimanya, kemudian pada hari pemungutan suara dia harus datang dan mencoblos tanda gambar calon lurah yang memberinya uang lebih banyak. Hanya itu. Sederhana sekali.
Kadangkala sebuah karya seni lebih bisa merekam situasi dan kondisi jaman, lebih realistis, lebih bisa bercerita daripada sebuah karya sejarah. Penulis ini lebih suka berpihak pada ketertindasan, kesengsaraan, kelemahan, dan segala kekelabuan jaman. Dari gaya ceritanya yang berbau seniman dan sastrawan, penulis nampaknya lebih suka duduk di pojok-pojok sepi yang kumuh, di pinggiran sunyi, daripada di atas hingar bingar panggung dengan berpuluh sinar kemewahan. Kumpulan Cerpen BIBIR ini salah satu bukti adanya situasi dan kondisi kelabu yang lepas dari bidikan. Warna kelabu mungkin menyakitkan, tetapi mengingkari kenyataan akan lebih menyakitkan lagi. Kumpulan cerpen BIBIR adalah cara kita melihat lagi sesuatu yang di masa lampau lepas dari mata. Mungkin kita akan tertawa sehabis membaca, atau menangis, atau menangis sambil tertawa, atau bahkan tidak apa-apa.
Ketersediaan
| MIH00001B | 813 MIH b C.6 | Lemari 4 | Tersedia |
| MIH00002B | 813 MIH b C.6 | Lemari 4 | Tersedia |
| MIH00003B | 813 MIH b C.6 | Lemari 4 | Tersedia |
| MIH00004B | 813 MIH b C.6 | Lemari 4 | Tersedia |
| MIH00005B | 813 MIH b C.6 | Lemari 4 | Tersedia |
| MIH00006B | 813 MIH b C.6 | Lemari 4 | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 MIH b C.6
|
| Penerbit | Gama Media : Yogyakarta., 2008 |
| Deskripsi Fisik |
viii, 168hlm, ; 14 x 20 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
979-9193-59-1
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
Seperti biasanya pasukan pengaman, mantan gali itu, lebih dahulu bertindak daripada berpikir. Kiranya semua itu seperti telah diramalkan oleh kelompok bibir yang menguntit Pak Lurah. Tak satupun bibir ngeri melihat pasukan pengaman yang berbadan besar. Mungkin semua itu telah diperhitungkan. Bahwa menghujat seorang kepala sama halnya berhadapan dengan tembok pengaman yang liar ganas dan sama sekali jauh dari peradaban dan budaya.--Demikian potret kelabu itu dalam Bibir. Lebih jauh lagi penulis merekam suasana demokrasi dalam “Calur” dalam kalimat: Sederhana saja yang ada dalam pikiran warga desa itu. Menerima uang, membandingkan jumlah yang diterimanya, kemudian pada hari pemungutan suara dia harus datang dan mencoblos tanda gambar calon lurah yang memberinya uang lebih banyak. Hanya itu. Sederhana sekali
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






