Image of Kalau Tak Untung

Text

Kalau Tak Untung



Kalau Tak Untung bercerita tentang kisah hidup seorang perempuan muda bernama Rasmani. Ia berasal dari keluarga yang mementingkan pendidikan ketika masyarakat di sekitarnya masih menuruti aturan yang konservatif, terutama tentang hak perempuan untuk memperoleh pendidikan. Pertentangan dengan lingkungannya tersebut tidak menghalangi usaha Rasmani hingga mampu menjadi guru. Ia juga mencintai Masrul, seorang pemuda yang mendukung pula hak pendidikan untuk perempuan. Baik Rasmani maupun Masrul juga menentang aturan pernikahan sedarah dalam budaya Minangkabau.[1]

Masrul sempat dijodohkan dengan Aminah, anak mamaknya yang belum berpendidikan, kemudian meminta Rasmani untuk mengajarinya. Masrul akhirnya menikah dengan Muslina yang lebih berpendidikan, kaya, dan tidak sekaum dengannya. Namun, Muslina justru bersifat jahat dan tidak menghargai suaminya sendiri sehingga mengakibatkan mereka bercerai. Rasmani semakin menderita dengan sakitnya dan sejak tidak bersama dengan Masrul yang dicintainya. Di akhir cerita, Rasmani sudah mengetahui bahwa Masrul mencintainya dan hendak memperistrinya, tetapi nasibnya tak beruntung karena kematian lebih dahulu menjemputnya


Ketersediaan

SEL01649K813 SEL k C4Lemari 4 (813)Tersedia
SEL01650K813 SEL k C4Lemari 4 (813)Tersedia
SEL01651K813 SEL k C4Lemari 4 (813)Tersedia
SEL01652K813 SEL k C4Lemari 4 (813)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813 SEL k C4
Penerbit Balai Pustaka : Jakarta Timur.,
Deskripsi Fisik
Iv, 152hlm. ; 15x21
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-407-086-6
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
Kalau Tak Untung[1] (Kalau Ta' Oentoeng) adalah novel yang ditulis oleh Selasih (nama samaran dari Sariamin Ismail) pada tahun 1933[2] dan diterbitkan oleh PN Balai Pustaka dengan ketebalan buku 188 halaman. Novel tersebut merupakan novel pertama yang ditulis oleh penulis perempuan Indonesia yang memberikan jejak tersendiri dalam perkembangan sastra Indonesia, baik dari aspek struktur cerita hingga latar belakang pengarang.[2] Realitas sosial yang dibangun dalam cerita tersebut juga merefleksikan secara semu kondisi sosial masyarakat pada masa kepenulisannya, yaitu sebelum kemerdekaan.
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLCite this